"Budak lain Bidak"


Aku bukan seorang narapidana yang tinggal dalam sebuah penjara
Bukan pula seorang bayi yang terkurung dalam kandungan ibunya
Dan juga bukan seorang peserta yang bertahan dalam sebuah audisi

Lebih daripada itu…
Aku adalah salah satu dari bidak catur yang dimainkan oleh pemainnya
Digerakkan untuk satu tujuan tertentu, bergerak penuh aturan dan batasan
Entah sebagai pahlawan atau bahkan tak lebih dari sekedar umpan

Hanya sekedar bidak…
Yang berjalan di atas hitam dan putih, tak pernah ada diantara keduanya
Berbentuk tapi tak bernilai di atas papan catur apalagi di luar sana
Inilah hidup yang kujalani, penuh beban tanpa harga

Tapi, seorang  pernah berkata…
Bahwa hidup akan bernilai dengan cobaan dan rintangan yang dihadapi
Sekarang bukan waktunya berpikir untuk keluar dari papan permainan
Tapi, bagaimana saya berusaha untuk menghadapi cobaan dan rintangan itu
Karena Tuhan tidak pernah menyuruh kita sukses
Namun, Tuhan memerintahkan kita untuk berusaha.








(02:32 WIB - Yogyakarta, 13 Juni 2011)

0 komentar:

Posting Komentar