Never Give Up! ; Motivasi dalam Menjalani Hidup dan Berkarya

"Many of life's failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up" 
Pernah mendengar kata-kata di atas? Ya, itu adalah kata-kata yang diucapkan oleh Thomas Alfa Edison sang penemu bola lampu. Saya sangat senang dengan kata-kata ini. Bagaimana tidak, dalam keadaan terpuruk dan putus asa semangat saya kembali dibangkitkan oleh kata-kata bung Thomas. Saya sama sekali tidak  menyangka kalau kata-kata ini bisa mengembalikan saya pada semangat '45 (wakakakakak!). Bagaimana bisa???

Ceritanya begini. Setahun yang lalu ketika saya sedang menjalani kuliah di salah satu Universitas di Kota Gudeg - Yogyakarta, saya sedang dalam proses menyelesaikan skripsi yang menurut saya begitu berat.  Bagaimana ga berat, waktu itu saya menyusun skripsi dengan bahasa Inggris (wuiiiih...hehe). Yang menjadi Dosen pembimbing skripsiku Dr.phil. Sahiron Syamsuddin, M.A ahli hermeneutika keluaran Kanada dan Jerman yang tidak mungkin saya bikin kecewa. Nah, ini yang bikin memberatkan...disamping pake bahasa inggris, dibimbing pula sama dosen ahli yang ga bisa dianggap remeh....hehe.  Saking beratnya skripsi yang saya kerjakan sampai-sampai berkali-kali jatuh sakit (alay!!). Nah, pada suatu saat saya berniat untuk tidak memikirkan dan mengerjakan skripsi saya sama sekali dalam batas waktu yang tidak tentu dan menggantinya dengan kegiatan lain buat menyegarkan otak yang sudah mencapai titik panas tertentu (busyet...lebay amat!!!). Salah satu kegiatan yang paling saya senangi yaitu surfing ke dunia maya. Tapi dasar orang miskin, saya tidak memiliki modem apalagi daftar ke speedy buat O-eL. Di samping itu saya menginginkan tempat yang nyaman untuk ber-surfing ria ketimbang dikamar yang kondisinya hancur dan sangat memprihatinkan. Akhirnya saya mendata warnet yang kira-kira menurut saya nyaman untuk dijadikan tempat tinggal ke-dua (biasanya bagi mahasiswa sekarang warnet dijadikan kos ke-dua atau sebagai kamar alternatif...:-) ). Akhirnya ku temukan beberapa warnet dekat kampus dan salah satunya terletak pas di depan kampus saya di jalan Solo. Dengan segera ku putuskan untuk rutin bersemedi di sana. Jarak antara warnet dan tempat tingggal saya waktu itu (Krapyak - Jl. Adi Sucipto / Jl. Solo) sekitar 8 kilo. Lumayan jauh juga!

Setelah berkunjung disana ternyata tempatnya lumayan juga, apalagi banyak cewek-cewek cantik yang sering mangkal khususnya sang penjaga warnet. Makin betah deh! Tapi itu sih kalo lagi tiba giliran dia yang jaga...hehehe. Singkat cerita, setelah beberapa kali berkunjung kesana saya baru sadar bahwa tiap kali jendela browser dibuka pada tampilan pertama yang muncul adalah walpaper atau logo dari warnet tersebut dengan opsi-opsi yang telah disediakan. Dan saya sama sekali tidak memperhatikan bahwa di tengah-tengah walpaper tersebut selalu ada kata-kata mutiara yang disisipkan oleh sang operator. Masih terhimpit oleh beban skripsi dan sangat mendambakan kondisi yang stabil memaksa saya untuk mengacuhkannya begitu saja. Tapi entah bisikan darimana yang bikin batinku gelisah untuk selalu memeriksa kata-kata yang ditampilkan di layar monitor. Akhirnya kuputuskan untuk melihatnya, tapi di lain waktu. hehe

Akhirnya keesokan harinya saya berniat untuk kembali ke sana selepas shalat magrib. Begitu masuk smooking room (saya biasanya memilih tempat ini biar bisa nyantai sambil nyedot rokok sekalian), segera ku buka mozilla firefox. Setelah menanti loading yang cukup lama, dengan pelan dan santai saya membaca kata-kata tersebut. "Kebanyakan kegagalan hidup disebabkan karena orang-orang (mereka) menyerah di saat kesuksesan telah dekat", kurang lebihnya seperti ini terjemahan yang ditampilkan waktu itu. Sesaat ku hela nafas dan memikirkan kata-kata yang baru saja ku simak. "Benar juga kata Thomas", pikirku. Kita tidak akan pernah meraih kesuksesan jika tida dilalui dengan perjuangan dan usaha yang keras. Tapi seringkali putus asa menghambat seseorang untuk terus berusaha. Kita jarang berpikir bahwa sebenarnya kesuksesan itu sudah dekat dan berada di depan mata kita. Ketika perjuangan kita dihadang oleh sekian banyak rintangan kita malah mengeluhkan rintangan dan hambatan tersebut dan berpikir bahwa ini adalah suatu hal yang mustahil. Padahal jika kita mau berpikir mengeluh disaat ada masalah adalah masalah lain. Dengan kata lain bahwa ketika kita mengeluh kita justru hanya menambah-nambah masalah karena sejatinya keluhan adalah masalah juga, bukan jalan keluar atau problem solver yang kita inginkan. Disaat seperti inilah kesuksesan yang kita harapkan tidak pernah tercapai. Di kata-kata mutiara yang lain Thomas A. Edison berkata "saya bukannya gagal, tapi saya hanya menemukan 1000 cara yang tidak berhasil". Ya...disamping perjuangan, cara / metode merupakan penentu kesuksesan kita tetapi tentunya dibarengi do'a kepada sang Khaliq. Do'a tanpa usaha sama dengan bohong, dan usaha tanpa do'a sama dengan sombong.

Setelah memikirkan kembali apa yang diucapkan oleh Thomas A. Edison, akhirnya ku putuskan untuk kembali mengerjakan skripsi yang selama ini kuabaikan. Kata-kata bung Thomas ini akhirnya ku jadikan  motto di skripsi saya disamping ayat "Inna ma'al 'usri yusran" (setiap kesulitan pasti ada kemudahan). Dan akhirnya pada hari Kamis tanggal 25 Agustus 2011 adalah hari dimana satu-satunya cowok dengan rasa buah mangga segar lulus dengan Predikat Cumlaude dengan lama studi 3 tahun 11 bulan 24 hari. hehehe
Ku haturkan terima kasih kepada Bung Thomas serta syukur specialku buat Allah swt! Semoga kita bisa meraih kesuksesan yang sudah menanti kita. Amin...2012x!!! :)




(Cerita Motivasi ini tidak begitu penting tapi sayang untuk dilewatkan terutama bagi para sahabat yang lagi berjuang menuntut ilmu dan para sobat blogger mania....hehe)

Foto setelah wisuda:




1 komentar:

  1. wah saya baru baca blog ini ternyata... as syihabbb.... Good wes... !! (Twitter: @adibriza ) 2009

    BalasHapus